Posted On Februari 24, 2025

6.500 Orang Asing di Tahan di Myanmar Akibat Sindikat Penipuan Online/Scammer

admin 0 comments
herba-kit >> NASIONAL >> 6.500 Orang Asing di Tahan di Myanmar Akibat Sindikat Penipuan Online/Scammer

herba-kit.com/, MyawaddyPasukan BGF meningkatkan upaya untuk menindak sindikat penipuan telepon. Lebih dari 6.500 orang asing telah ditahan. Hanya 621 warga negara Tiongkok yang telah dideportasi.

Pada tanggal 23 Februari 2025, “The Reporters” melaporkan bahwa Pasukan Penjaga Perbatasan Karen (BGF) meningkatkan upaya untuk menindak penipuan telepon dan sindikat perdagangan manusia. Mayor Maung Win, komandan Batalyon 1018, mengatakan bahwa BGF terus mengirimkan tim aksi untuk melakukan inspeksi mendadak dan pembersihan beberapa bangunan di area seperti Lembah Shuigou dan Taman KK.

Saat ini, lebih dari 6.500 orang asing telah ditahan, melibatkan lebih dari 10 negara di ASEAN, Asia, dan Afrika. BGF mengimbau pemerintah Thailand dan kedutaan berbagai negara di Myanmar untuk mempercepat koordinasi dengan pemerintah Myanmar dan memulangkan WNA tersebut secepatnya. Karena banyaknya orang, proses repatriasi berjalan lambat.

Hingga saat ini, baru 621 WN Tiongkok yang berhasil dipulangkan, sehingga BGF berharap tidak terjadi penundaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Presiden Turki Erdogan Berikan Hadiah Mobil Listrik Ke Presiden Indonesia Prabowo Subianto

herba-kit.com/, Jakarta - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, memberikan hadiah simbolis kepada Presiden Indonesia, Prabowo…

18 Oknum Polisi Diduga Terlibat Pemerasan di DWP 2024, Polri Janji Tindak Tegas

herba-kit.com/, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengamankan sebanyak 18 oknum personel yang diduga terlibat dalam…

Mendikdasmen Klarifikasi Isu Libur Sekolah Bulan Ramadan, Sebut Akan Ada Pembelajaran Selama Ramadan

BBSNEWS. CO.ID, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan klarifikasi terkait beredarnya isu…